KRIPTOGRAFI ALGORITMA HILL DAN COLUMNAR
A. ALGORIRMA HILL CHIPER
Hill cipher diciptakan oleh
lester s. hill, 1929 adalah cipher substitusi polygraphic berdasarkan pada
aljabar linear yang merupakan cipher polygraphic pertama untuk beroperasi
pada lebih dari tiga simbol sekaligus.
Cara kerja atau Algoritma
Kriptografi Hill Cipher adalah menggunakan perkalian matriks dan modulo.
Ada 4 langkah untuk meng enkripsi
dengan Hill Cipher:
1. Merubah Array
Langkah pertama yaitu merubah
alfabet menjadi bentukan array dari 0. Berarti “A” menjadi 0,
“B” menjadi 1, dan seterus nya “Z” menjadi 25.
“B” menjadi 1, dan seterus nya “Z” menjadi 25.
2. Perkalian Matriks
Perkalian matriks menggunakan
matriks berordo nxn, atau matriks bujur sangkar. Besar ordo
adalah banyak
karakter yang di eksekusi. Maksud nya jika menggunakan matriks 3×3, maka
banyak karakter yang bisa di eksekusi dalam satu langkah adalah 3 karakter.
3. Modulo
Hasil perkalian matriks akan di
modulo 26.
4. Mengembalikan Array
Hasil dari modulo yang berbentuk
angka akan di konversi lagi menjadi bentukan huruf.
Misalkan kita mempunyai data
seperti berikut:
PlainText: peetuka
CipherKey/Matriks: 3×3 [1 2 3; 4
5 2; 2 5 4]
CipherText: ???
Algoritma
Kriptografi Hill Cipher 1
Algoritma Kriptografi Hill Cipher 2
Algoritma Kriptografi Hill
Cipher – Karena “A” hanya satu karakter, sedangkan yang di butuhkan
adalah tiga karakter, maka harus ditambah kan dua karakter pendukung. Di
ajurkan sama. Disini menggunakan karakter “B”. Agar lebih mudah.
Itulah penjelasan tentang Algoritma
Kriptografi Hill Cipher.
B. ALGORITMA KOLUMNAR
Dalam transposisi kolumnar, pesan ditulis dalam deretan panjang tetap, dan
kemudian membaca lagi kolom dengan kolom, dan kolom yang dipilih dalam beberapa
orak rangka. Kedua lebar baris dan permutasi dari kolom biasanya
ditentukan oleh kata kunci. Sebagai contoh, kata Zebra adalah
panjang 6 (sehingga baris yang panjang 6), dan permutasi ditentukan oleh urutan
abjad dari huruf-huruf dalam kata kunci. Dalam hal ini, order akan "6
3 2 4 1 5".
Dalam columnar transposisi cipher
biasa, spasi cadang dipenuhi dengan nulls;dalam kolumnar transposisi cipher
tidak teratur, ruang yang dibiarkan kosong.Akhirnya, pesan tersebut dibacakan
dalam kolom, dalam urutan yang ditentukan oleh kata kunci. Misalnya, kita
menggunakan zebra kata kunci dan pesan KAMI DITEMUKAN. LARI
DI SEKALI. Dalam transposisi columnar biasa, kita menulis ini ke grid
sebagai berikut:
Menyediakan lima nulls (QKJEU) di
akhir. Ciphertext tersebut kemudian membacakan sebagai:
Dalam
kasus yang tidak teratur, kolom tidak dilengkapi dengan nulls:
Hal ini mengakibatkan
ciphertext berikut:






