Selasa, 24 Maret 2015

KRIPTOGRAFI

KRIPTOGRAFI ALGORITMA HILL DAN COLUMNAR

   A.   ALGORIRMA HILL CHIPER


         Hill cipher diciptakan oleh lester s. hill, 1929 adalah cipher substitusi polygraphic berdasarkan pada aljabar linear yang merupakan cipher polygraphic pertama untuk beroperasi pada lebih dari tiga simbol sekaligus.
Cara kerja atau Algoritma Kriptografi Hill Cipher adalah menggunakan perkalian matriks dan modulo. 
          Ada 4 langkah untuk meng enkripsi dengan Hill Cipher:

1. Merubah Array
    Langkah pertama yaitu merubah alfabet menjadi bentukan array dari 0. Berarti “A” menjadi 0,
    “B”     menjadi 1, dan seterus nya “Z” menjadi 25.

2. Perkalian Matriks
    Perkalian matriks menggunakan matriks berordo nxn, atau matriks bujur sangkar. Besar ordo
    adalah banyak karakter yang di eksekusi. Maksud nya jika menggunakan matriks 3×3, maka
    banyak    karakter yang bisa di eksekusi dalam satu langkah adalah 3 karakter.

3. Modulo
    Hasil perkalian matriks akan di modulo 26.

4. Mengembalikan Array
    Hasil dari modulo yang berbentuk angka akan di konversi lagi menjadi bentukan huruf.
    Misalkan kita mempunyai data seperti berikut:
    PlainText: peetuka
    CipherKey/Matriks: 3×3 [1 2 3; 4 5 2; 2 5 4]
    CipherText: ???

Algoritma Kriptografi Hill Cipher 1

Karena menggunakan matriks 3x3, kita mengeksekusi 3 karakter perlangkah, "PEE TUK A".

                                                              Algoritma Kriptografi Hill Cipher 2

Algoritma Kriptografi Hill Cipher – Karena “A” hanya satu karakter, sedangkan yang di butuhkan adalah tiga karakter, maka harus ditambah kan dua karakter pendukung. Di ajurkan sama. Disini menggunakan karakter “B”. Agar lebih mudah.

                                                              Algoritma Kriptografi Hill Cipher 3

Itulah penjelasan tentang Algoritma Kriptografi Hill Cipher.


  B.   ALGORITMA KOLUMNAR 

        Dalam transposisi kolumnar, pesan ditulis dalam deretan panjang tetap, dan kemudian membaca lagi kolom dengan kolom, dan kolom yang dipilih dalam beberapa orak rangka. Kedua lebar baris dan permutasi dari kolom biasanya ditentukan oleh kata kunci. Sebagai contoh, kata Zebra adalah panjang 6 (sehingga baris yang panjang 6), dan permutasi ditentukan oleh urutan abjad dari huruf-huruf dalam kata kunci. Dalam hal ini, order akan "6 3 2 4 1 5". 
Dalam columnar transposisi cipher biasa, spasi cadang dipenuhi dengan nulls;dalam kolumnar transposisi cipher tidak teratur, ruang yang dibiarkan kosong.Akhirnya, pesan tersebut dibacakan dalam kolom, dalam urutan yang ditentukan oleh kata kunci. Misalnya, kita menggunakan zebra kata kunci dan pesan KAMI DITEMUKAN. LARI DI SEKALI. Dalam transposisi columnar biasa, kita menulis ini ke grid sebagai berikut:


 Menyediakan lima nulls (QKJEU) di akhir. Ciphertext tersebut kemudian membacakan sebagai:


 Dalam kasus yang tidak teratur, kolom tidak dilengkapi dengan nulls:



 Hal ini mengakibatkan ciphertext berikut: